opini

Ketika aku melihat opini diriku terhadap ilmu sudah bagus, maka diriku mengedepankan ilmu daripada segala hal, meyakini dalil, dan lebih senang dengan waktu-waktu bergelut dengan ilmu daripada waktu-waktu ibadah sunnah.

Diriku berkata, dalil yang terkuat bagiku atas keutamaan ilmu atas ibadah-ibadah sunnah adalah bahwa aku melihat banyak orang yang disibukkan dengan berbagai sholat dan puasa sunnah sehingga melupakan menuntut ilmu yang sunnah, ternyata hal itu membuat mereka tercela dalam prinsip-prinsip (agama), maka aku melihat diriku ini kala berada dalam cara pandang seperti ini sudah berada pada jalan lurus lagi mudah dan pemikiran yang benar.

Hanya saja aku melihat diriku diam saja bersama satu bentuk menyibukkan diri, apa faidah dari ilmu yang engkau peroleh? Mana rasa takutmu (pada Allah)? Mana rasa gelisah hatimu? Dan mana sikap kehati-hatianmu.


Tidakkah engkau mendengar perihal ulama-ulama pilihan dalam ibadah dan kesungguhan mereka?

Bukankah Rasulullah _Shallallaahu ‘alaihi wasallam_ pemimpin dari semua manusia, namun beliau berdiri dalam sholatnya sampai kedua kakinya bengkak?

Bukankah Abu Bakar _radhiyallahu'anhu_ mempunyai tangisan yang sendu lagi banyak menangis?

Bukankah di pipi Umar bin Khathab _radhiyallahu ‘anhu_ terdapat dua garis karena bekas tangisan?

Bukankah Utsman bin Affan _radhiyallahu ‘anhu_ menghatamkan Al-Qur’an dalam satu rakaat?

Bukankah Ali bin Abi Thalib _radhiyallahu ‘anhu_ menangis di malam hari di mihrabnya sampai jenggotnya basah karena air matanya lalu dia berkata, “Wahai dunia, perdayalah yang lain!”

Bukankah al-Hasan al-Bashri _rahimahullah_ hidup di atas kegelisahan hati yang kuat?

Bukankah Sa’id bin al-Musayyab _rahimahullah_ selalu melazimi masjid, sehingga dia tidak pernah tertinggal sholat berjamaah selama 40 tahun?

Bukankah al-Aswad bin Yazid _rahimahullah_ berpuasa hingga dia pucat pasi?

Apakah engkau tidak tahu ihwal para imam yang empat -Abu Hanifah, Malik Ahmad, Ghozali, Asy-Syafi’i- dalam hal zuhud dan ibadah mereka?

Maka waspadalah, jangan sampai larut terbuai dalam satu bentuk ilmu namun tidak mengamalkannya. Karena itu adalah keadaan para pemalas yang mengidap penyakit akut. 

_Allahu waliyyut taufiq

Aktivis Hak Asasi Manusia ini telah menganalisa bagaimana nigeria diperintah oleh sekelompok orang yang telah gagal meninggalkan kekuasaan sejak kemerdekaan.
Dia berpendapat bahwa pemerintah bukanlah demokrasi tapi dari oligarki



Komentar