Tan Malaka
Dilan, bukan stigma apapun itu yang berat, tapi apakah kau paham pemikiran dan kontribusi beliau pada negeri ini yang terbukti hebat? Kau sebut apapun dia, lalu kau sebut apa diri kau? Kau pikir ketika mereka membunuh raganya maka jiwanya akan mati? Kau pikir ketika mereka mengubur jasadnya maka suaranya akan senyap? Bahkan dari dalam kubur suaranya lebih keras dari pada di atas bumi.
Di Pandam Gadang, 20 Februari 2018, Dilan, teman-teman dan adik-adik kau berkumpul untuk mengenangnya sebagai Bapak Republik. Mungkin mereka belum tahu siapa beliau sesungguhnya. Jangankan mereka, bahkan generasi kau dan generasi sebelum kau pun tidak tahu siapa sesungguhnya beliau. Kalaupun ada, lebih banyak yang sok tahu dan sok paling memahami dan mengaplikasi ideologinya.
Oke Dilan, bukan hidup bernegara dan berbangsa ini yang berat, tapi bersama-sama mengakui kesalahan dan menyadari kekurangan kemudian saling memaafkan dan membangun tanpa keserakahan dan kemunafikan itu yang lebih penting. Jika kau tak mengerti juga Dilan...sungguh tidak ada kata terlambat dan bekerja serevolusioner mungkin seperti kata beliau: "revolusi itu bukan hanya di otak, apalagi atas bantuan pihak luar, tapi karena situasi dan kondisi mendukung dan didukung oleh massa yang siap beraksi"!
Kali ini, kumaafkan kebodohan kau, Dilan...
Minangkabau, 21 Februari 2018, mengenang Bapak Republik Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka, Al Fatihah...
Terima Kasih fotonya untuk Asisten saya yang hebat: Bung Rendy
Di Pandam Gadang, 20 Februari 2018, Dilan, teman-teman dan adik-adik kau berkumpul untuk mengenangnya sebagai Bapak Republik. Mungkin mereka belum tahu siapa beliau sesungguhnya. Jangankan mereka, bahkan generasi kau dan generasi sebelum kau pun tidak tahu siapa sesungguhnya beliau. Kalaupun ada, lebih banyak yang sok tahu dan sok paling memahami dan mengaplikasi ideologinya.
Oke Dilan, bukan hidup bernegara dan berbangsa ini yang berat, tapi bersama-sama mengakui kesalahan dan menyadari kekurangan kemudian saling memaafkan dan membangun tanpa keserakahan dan kemunafikan itu yang lebih penting. Jika kau tak mengerti juga Dilan...sungguh tidak ada kata terlambat dan bekerja serevolusioner mungkin seperti kata beliau: "revolusi itu bukan hanya di otak, apalagi atas bantuan pihak luar, tapi karena situasi dan kondisi mendukung dan didukung oleh massa yang siap beraksi"!
Kali ini, kumaafkan kebodohan kau, Dilan...
Minangkabau, 21 Februari 2018, mengenang Bapak Republik Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka, Al Fatihah...
Terima Kasih fotonya untuk Asisten saya yang hebat: Bung Rendy
Komentar
Posting Komentar